Senin, 12 Januari 2015

Sedikit Gemuk, Bukan Masalah Besar Kok...

Hay readers, ketemu lagi sama aku. Sang pemilik akun ini yang hobinya cuap-cuap di dunia nyata tapi sangat jarang cuap-cuap di blog ini, hehe.. maklum lah, aku belum terbiasa dengan nulis di forum umum. Paling-paling cuma nulis di buku diary pribadi aku, jaman udah semaju sekarang masih aja yah aku nulis diary, hahahaha J

Oh iya readers, Untuk sesion sekarang aku bakal bahas tentang hal yang berhubungan dengan kesehatan. Kenapa kesehatan???? Karena, kesehatan merupakan topik pembahasan yang simple dan penting banget buat temen-temen ketahui. Hanya saja sering luput dari kehidupan kita. Oleh sebab itu aku akan share sedikit tentang info yang aku punya.

Sebagai remaja perempuan, aku adalah salah satu orang yang memiliki bentuk tubuh yang kurang proporsional dibanding remaja putri seumuranku. Bukannya aku tidak perduli dengan kondisi tubuhku, tapi aku tipe yang tidak mau mengambil pusing dengan keadaan yang hanya menambah fikiran ku. Jujur saja, selama tubuh gempal ini tidak mengurangi produktifitas keseharianku atau menggaggu hari-hari indahku, aku tidak terlalu mempermasalahkannya. Karna menurutku, untuk apa kita menyesali apa yang ada dalam diri kita. Hal itu hanya akan menambah tingkat stres dalam hidup kita.
Aku berpendapat, saat tingkat stres kita meningkat dan kita tidak dapat mengatasi dengan cepat, secara tidak langsung kita akan menurunkan tingkat kesehatan psikologis yang berdampak pada melonjaknya nafsu makan yang kita miliki sebelum nya. ( haha aku ngomong udah kaya yang paling bener aja yah,,,)

Readers, jika kalian merupakan salah satu orang yang memiliki tubuh kurang proporsional seperti aku dan sulit untuk menghilangkan gumpalan menyebalkan (lemak tubuh)  yang ada di tubuh kalian, aku mohon jangan sedih. Karena kalian adalah orang-orang yang beruntung memiliki tubuh seperti sekarang. sesungguhnya kalian punya sisi positif dari gumpalan  menyebalkan itu.
Ilmuwan dari University of California San Diego School of Medicine (UCSD), Amerika Serikat mendapat remuan baru dari penelitiannya. Selama ini saat misalnya terjadi luka di kulit, sel darah putih adalah komponen tubuh yang dianggap paling berperan melawan bakteri dari luar.  Akan tetapi dalam prosesnya, sel darh putih memerlukan waktu untuk mencapai titik luka yang ada. Hasil penelitian menemukan bahwa lapisan lemak dalam tubuh kita merupakan sel pertama yang berperan dalam perlindungan terhadap luka pada kulit kita.
Sel lemak kulit yang bernama adipose ditemukan oleh peneliti ternyata memproduksi peptide. Fungsi ini belum pernah diketahui sebelumnya dan peptide adalah zat yang membantu melawan bakteri dan patogen lain. Anti microbacterial peptide (AMP) adalah sistem pertahanan pertama natural tubuh melawan infeksi. AMP sudah ada sejak dulu dan digunakan oleh seluruh organisme hidup untuk melindungi diri. Meskipun AMP memiliki manfaat yang baik untuk tubuh, namun setiap sesuatu yang berlebihan tidak akan memberikan manfaat. Begitupun dengan kelebihan AMP, zat tersebut dapat memicu penyakit autoimun dan peradangan.

Selain itu studi ini juga menemukan bahwa pada orang dengan obesitas, AMP dalam darahnya lebih banyak dibandingkan dengan orang normal. Sehingga sistem imune nya terhadap luka pada kulit akan lebih unggul dibanding orang normal lainnya.  
           
Setiap hal di dunia ini pasti memiliki sisi positif dan juga sisi negatif. Semua bergantung pada bagaimana kita memandang hal tersebut positif atau negatif. Informasi diatas telah membuktikan bahawa lapisan lemak yang selama ini mengganggu menurut sebagian orang, ternyata memiliki fungsi lain yang sangat positif untuk kelangsungan hidup manusia kedepannya.   Oleh sebab itu, jangan lah kita menilai buruk satu hal secara langsung tanpa mengetahui dua sisi dari hal tersebut dan jangan lah menilai diri buruk tanpa tahu apa kelebihan yang ada pada diri kita. Keep positive guys,,,


Thankyou so much for reading my blog. Take the positive things inside  and share it,,,,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar