Minggu, 18 Januari 2015

Pengaruh Game Online pada Anak-Anak

Holla readers,,, meet me again...

Readers, kalian jangan bosen yah baca cuap-cuap aku di blog ini. Karena aku akan lebih sering posting akhir-akhir ini. Karena saat ini banyak sekali informasi yang bisa aku bagi buat teman-teman semua. Kalian jangan bosen juga yah baca postingan aku yang gak pernah kelihatan fokus pembahasan salah satu bidang ilmu saja alias gonta-ganti topic pembahasannya. Karena sesuai dengan judul blog ini, “My Beautiful World” blog ini akan memuat berbagai macam sisi kehidupan yang aku ketahui pastinya.

Dalam meet up kali ini aku akan membahas permasalahan dampak dari game online terhdap anak. Kalau difikir-fikir, untuk apa aku bahas hal yang beginian? Secara aku aja belum memiliki anak, bahakan menikah saja belum. Tapi ,,,,,, aku juga punya adik sepupu dan saudara-saudara yang telah memiliki anak. Dan informasi ini ditujukan pada semua orang yang care sama perkembangan anak.
Readers, bagi kalian yang punya anak laki-laki atau adik laki-laki dengan umur sekitar 8-14 tahun pernah merasa khawatir gak sih kalau mereka sedang main game online yang berbau perang-perangan, pembunuhan, perkelahian dan berbagai kekerasan yang di muat di dalam nya?? Aku sendiri sih sangat khawatir, karena dari yang aku tau game online itu bisa mengganggu psikis anak tersebut. Benar atau tidaknya pernyataan aku, akan dibahaas disini...

Sebuah Lembaga Bantuan Hukum(LBH) di salah satu kota  menilai ada 8 game online yang berbahaya bagi anak. Dikarenakan secara praktis game online menawarkan nuansa perang-perangan, perkelahian, pembantaian etnis, perang antar suku dan bahkan pembunuhan sadis terhadap siapapun yang dianggap sebagai musuh. Yang berbahaya dalam hal ini adalah usaha anak untuk mencotoh tokoh-tokoh dalam game  yang mampu berdampak pada kehidupan si anak kedepannya.

Saat ini, dapat kita lihat bahwa warung internet yang menyediakan fasilitas untuk bermain game online sangat ramai didatangi anak dengan rata-rata umur delapan sampai 14 tahun. Alasan anak-anak senang bermain game adalah karena ingin mencoba hal-hal baru dan juga untuk menghilangkan streskarena tugas sekolah ataupun karena adanya suatu masalah. Padahal, sesungguhnya game online ini ditujukan untuk anak diatas 17 tahun.

Tinggi nya intensitas bermain game online pada anak dapat mempengaruhi kepribadian anak. Karena anak-anak cenderung akan menyerap sehingga akan berdampak dalam perkembangan   tubuhnya. Terutama pada game online yang berunsur kekerasan. Hal ini dapat membentuk karakter mereka menjadi seorang pemberontak dan rasa ingin tahu yang besar terhadap segala sesuatu yang terlarang, serta memiliki tingkah aku yang kadang sangat sulit diterima masyarakat. Selain itu, efek lainnya yang ditmbulkan diantaranya kesulitan bersosialisasi, komunikasi dan memiliki empati si anak terhadap orang lain disekitarnya. Kondisi ini memicu agresivitas anak dan terkikisnya hubungan sosial anak terhadap kondisi sekeliling.

Dalam kasus ini peranan orang tua dan keluarga terdekat sanagat penting, dengan proaktif mengawasi anka-anak dalam bermain game online agar perkembangan psikologis anak tidak terganggu.
So readers, kita sebagai orang yang sudah cukup dewasa untuk bertidak dan bertanggung jawab atas tidakan kita. Ada baiknya kita menjadi orang dewasa yang dapat mengatur bagaimana seharusnya anak dengan umur 8-14 tahun bermain, ikut aktif untuk mencegah permainan online tersebut mengganggu perkembangan psikologis anak dengan memberikan batasan dan pengarahan terhadap setiap jenis game online. Dan mulai saat ini kita harus meningkatkan keperdulian kita pada pertumbuhan anak....

Thanks for reading guys,,,, see you


Sourch by: Koran harian sindo/13 Januari 2015/Novi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar