Holla readers,,, meet
me again...
Readers, kalian jangan
bosen yah baca cuap-cuap aku di blog ini. Karena aku akan lebih sering posting
akhir-akhir ini. Karena saat ini banyak sekali informasi yang bisa aku bagi
buat teman-teman semua. Kalian jangan bosen juga yah baca postingan aku yang
gak pernah kelihatan fokus pembahasan salah satu bidang ilmu saja alias
gonta-ganti topic pembahasannya. Karena sesuai dengan judul blog ini, “My
Beautiful World” blog ini akan memuat berbagai macam sisi kehidupan yang aku
ketahui pastinya.
Dalam meet up kali ini
aku akan membahas permasalahan dampak dari game online terhdap anak. Kalau difikir-fikir,
untuk apa aku bahas hal yang beginian? Secara aku aja belum memiliki anak,
bahakan menikah saja belum. Tapi ,,,,,, aku juga punya adik sepupu dan
saudara-saudara yang telah memiliki anak. Dan informasi ini ditujukan pada
semua orang yang care sama perkembangan anak.
Readers, bagi kalian
yang punya anak laki-laki atau adik laki-laki dengan umur sekitar 8-14 tahun
pernah merasa khawatir gak sih kalau mereka sedang main game online yang berbau perang-perangan, pembunuhan, perkelahian
dan berbagai kekerasan yang di muat di dalam nya?? Aku sendiri sih sangat
khawatir, karena dari yang aku tau game online itu bisa mengganggu psikis anak
tersebut. Benar atau tidaknya pernyataan aku, akan dibahaas disini...
Sebuah Lembaga Bantuan
Hukum(LBH) di salah satu kota menilai ada
8 game online yang berbahaya bagi
anak. Dikarenakan secara praktis game online menawarkan nuansa perang-perangan,
perkelahian, pembantaian etnis, perang antar suku dan bahkan pembunuhan sadis
terhadap siapapun yang dianggap sebagai musuh. Yang berbahaya dalam hal ini
adalah usaha anak untuk mencotoh tokoh-tokoh dalam game yang mampu berdampak pada kehidupan si anak
kedepannya.
Saat ini, dapat kita
lihat bahwa warung internet yang menyediakan fasilitas untuk bermain game online sangat ramai didatangi anak
dengan rata-rata umur delapan sampai 14 tahun. Alasan anak-anak senang bermain
game adalah karena ingin mencoba hal-hal baru dan juga untuk menghilangkan
streskarena tugas sekolah ataupun karena adanya suatu masalah. Padahal,
sesungguhnya game online ini ditujukan untuk anak diatas 17 tahun.
Tinggi nya intensitas
bermain game online pada anak dapat
mempengaruhi kepribadian anak. Karena anak-anak cenderung akan menyerap
sehingga akan berdampak dalam perkembangan
tubuhnya. Terutama pada game
online yang berunsur kekerasan. Hal ini dapat membentuk karakter mereka
menjadi seorang pemberontak dan rasa ingin tahu yang besar terhadap segala
sesuatu yang terlarang, serta memiliki tingkah aku yang kadang sangat sulit
diterima masyarakat. Selain itu, efek lainnya yang ditmbulkan diantaranya
kesulitan bersosialisasi, komunikasi dan memiliki empati si anak terhadap orang
lain disekitarnya. Kondisi ini memicu agresivitas anak dan terkikisnya hubungan
sosial anak terhadap kondisi sekeliling.
Dalam kasus ini peranan
orang tua dan keluarga terdekat sanagat penting, dengan proaktif mengawasi
anka-anak dalam bermain game online agar perkembangan psikologis anak tidak
terganggu.
So readers, kita sebagai
orang yang sudah cukup dewasa untuk bertidak dan bertanggung jawab atas tidakan
kita. Ada baiknya kita menjadi orang dewasa yang dapat mengatur bagaimana
seharusnya anak dengan umur 8-14 tahun bermain, ikut aktif untuk mencegah
permainan online tersebut mengganggu perkembangan psikologis anak dengan
memberikan batasan dan pengarahan terhadap setiap jenis game online. Dan mulai saat ini kita harus meningkatkan keperdulian
kita pada pertumbuhan anak....
Thanks for reading
guys,,,, see you
Sourch by: Koran harian
sindo/13 Januari 2015/Novi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar