Minggu, 18 Januari 2015

5 Kebiasaan Yang Harus Dihindari Saat Akan Menurunkan Bobot Tubuh

Holla my readers...
Ketemu lagi sama aku, maaf yah aku gak muncul di blog beberapa hari ini. Biasa lah rutinitas anak kuliahan, tugas kampus menanti diselesaikan dengan segera dan sangat tidak bisa menunggu sedikitpun. Haha berlebihan yah,,

Readers, kali ini aku muncul lagi di blog untuk kembali berbagi informasi yang aku ketahui dan semoga bisa kasih manfaat buat para pembacanya. Dan sekaligus membiasakan diri buat nulis di media umum. Maklum, selama ini aku hanya seorang penulis buku diary,,,

Readers, kemarin-kemarin aku udah posting tentang hal positif memiliki lemak di tubuh dan permasalahan yang timbul pada obsesi seseorang terhadap tubuh yang ideal. Aku rasa Dua posting sebelumnya itu seperti menghakimi beberapa pihak yah, hehe aku minta maaf kalau memang ada yang tersudut. Tapi jujur aku hanya ingin share hal yang baik dari posting itu, semoga tidak ada salah faham yah.

Dan untuk kali ini, aku akan memberikan tips – tips buat readers yang ingin punya tubuh yang ideal dengan cara yang cukup sehat. Saat kamu ingin menurunkan berat badan, pola makan yang sehat tentu menjadi prioritas yang harus diperhatikan. Namun tak cuma itu, ada pula beberapa kebiasaan saat makan yang sebaiknya mulai dihilangkan.
Apa sajakah kebiasaan itu? Dan mengapa harus dihilangkan? Mari kita bahas,,,, let’s start!

    1. Bergantung pada produk 'khusus diet'
    Menurut nutrisionis Cynthia Sass, produk khusus diet umumnya mengandung bahan tambahan aditif lain, sehingga seringkali justru membuat seseorang menjadi lebih lapar daripada sebelumnya. Dan effek yang ditimbulkan mereka justru makan lebih banyak asupan kalori daripada jika mereka mau menyiapkan masakan sendiri dari bahan-bahan sehat dan segar.
Studi tahun 2010 juga menyebutkan bahwa tubuh membakar kalori 50 persen lebih banyak jika seseorang mengonsumsi makanan segar, dibandingkan jika mengonsumsi produk beku atau olahan. Oleh sebab itu lah bergantung pada produk ‘khusus diet’ harus di kurangi bahkan harus dihilangkan.

    2.  Berlebihan makan makanan sehat
    Pada dasarnya, sesuatu yang bersifat berlebihan sangatlah tidak baik. Karena akan memberikan efek yang buruk terhadap kehidupan. Begitupun dengan proses dalam diet. Buah, sayur, dan kacang-kacangan kerap diidentikkan sebagai asupan sehat. Namun ini bukan berarti kamu bisa mengonsumsinya secara berlebihan dan justru menghilangkan asupan lainnya yang juga dibutuhkan oleh tubuh.
Misalnya dalam sehari kamu menjadi terbiasa hanya makan sayur dan buah dalam porsi besar, namun menghilangkan asupan penting lain seperti karbohidrat dan protein. Untuk mencegah konsumsi yang berlebihan, 'dengarkan' rasa lapar dan isyarat kenyang dari tubuh untuk menentukan porsi yang cukup. Jangan lupa untuk tetap memasukkan asupan protein dan karbohidrat dalam diet sehari-hari.

    3.  Melewatkan waktu makan
    Banyak orang mengira melewatkan waktu makan dapat memberikan hasil maksimal dalam proses diet, misalnya sengaja tak makan siang untuk membantu proses penurunan berat badan. Faktanya ini salah besar.
 Kebiasaan melewatkan ini justru membuat metabolisme tubuh menurun, sehingga kalori yang dibakar menjadi lebih sedikit. Selain itu, tak menutup kemungkinan pada waktu makan berikutnya kamu justru akan menjadi kalap dan makan lebih banyak daripada biasanya. Keadaan seperti ini sagatlah berbahaya bagi tubuh. Karena tubuh tidak mampu membedakan mana metabolisme yang seharusnya diterapkan pada tubuh dan mana metabolisme yang membahayakan tubuh.
 Aturan praktis yang baik untuk waktu makan adalah dengan makan makanan dalam porsi cukup sebelum jam aktif kamu dan makan dalam porsi lebih sedikit sebelum jam kurang aktif, dan hindari membiarkan lebih dari 4-5 jam waktu berlalu tanpa makan.
 Misalnya saat aktivitas harianmu akan menuntut banyak energi dan cukup padat, ada baiknya kamu makan dalam porsi cukup. Hal ini tidak akan membuat bobot tubuhmu menjadi bertambah. Karena, dengan aktivitas padat yang kamu lakukan akan membakar asupan kalori yang masuk kedalam tubuh kamu. Sehingga asupan makanan akan seimbang dengan pembakarannya.

    4.   Terobsesi menghitung kalori
    Saat proses diet atau penurunan bobot tubuh, perhitungan terhadap asupan gizi sangat diperlukan. Terutama asupan kalori pada tubuh. Meskipun asupan kalori dinilai penting dalam program penurunan berat badan, bukan berarti kamu harus benar-benar menghitung kalori setiap kali akan makan. Karena ini justru hanya akan membuat stres.
 Pada faktanya stres sendiri dapat menyebabkan lonjakan kortisol, hormon yang dikenal berfungsi untuk mengatur nafsu makan dan meningkatkan keinginan makan makanan berlemak dan bergula. Seperti yang kita tahu makan makanan berlemak dan bergula mampu menaikan bobot tubuh dengan cepat.

    5.   Emotional eating
    Pada umumnya penyebab utama seseorang mengalami emosional eating adalah karena rasa bosan akibat rutinitas dan emosi yang tak stabil, biasanya karena stres. Seorang pakar gizi Rita Ramayulis, DCN, Mkes mengatakan bahawa saat kamu merasa perut keroncongan, jangan dulu menyimpulkan bahwa kamu itu sedang lapar. Kamu perlu mengingat-ingat kapan terakhir kamu makan, kara bisa jadi kamu hanya dehidrasi akibat rasa stres yang dialami.
Cara lain untuk mengatasi emotional eating adalah dengan relaksasi. Dengan cara mengalihkan pikiran saat kamu merasa lapar. Seperti dengarkan musik, main games, membaca atau mengobrol dengan teman.

Nah, 5 hal di atas itu adalah hal yang harus kamu hindari sehari-hari agar program membentuk tubuh ideal kamu bisa sukses dan lebih efisien dari yang sebelumnya.  Success for your program,,,

Untuk kali ini, sharing nya sampe sini. Kalau ada komentar atau saran, silahkan tuliskan di kolom comment dibawah. Take the rigt things and share it to people arround you, thankyou so much for reading my blog and see you in next time

Sourch by :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar