Setelah menulis berbagai hal mengenai koperasi, kali ini saya akan menulis mengenai analis yang perlu dilakukan sebelum menentukan strategi yang akan digunakan dalam melakukan pemasaran. Mungkin dalam management kita tidak asing dengan istilah analisis SWOT, yang memuat mengenai kekuatan perusahaan ( Strenght ), kelemahan perusahaan (Weakness), peluang (Opportunity) dan Ancaman (Threat). Namun untuk kali ini, yang akan kita bahas bukan analisis SWOT dalam management pemasaran tetapi mengenai analisis SWOT untuk koperasi.
Dalam perjalanannya
setiap perusahaan pastinya dipengaruhi oleh 2 faktor utama yaitu factor
internal dan factor eksternal . factor internal berupa kekuatan dan kelemahan
perusahaan tersebut, dan factor ekternal yang dimaksud adalah peluang dan
ancaman yang berasal dari luar perusahaan. Empat hal tersebut merupakan dasar
dalam melakukan analisa terhadap keberlangsungan suatu perusahaan dikedepannya.
Begitupun dengan
koperasi yang ada di Indonesia. Koperasi juga akan dipengaruhi 2 faktor utama
dalam menentukan kerberlangsungannya di masa mendatang. Dengan analisis SWOT
kita dapat menentukan berbagai permasalahn yang terjadi dan memudahkan kita
dalam mencari jalan keluar dari masalah yang terjadi.
a.
Kekuatan (Strenght)
-
Koperasi merupakan organisasi dari, oleh
dan untuk anggota. Hal ini sangat menunjukan adanya transparansi dalam
pengelolaan;
-
Merupakan kumpulan orang-orang yang
memiliki kepentingan yang sama sehingga akan muncul dukungan antar satu sama
lain untuk bersama-sama mengembangkan koperasi;
-
Setiap anggota memiliki hak suara tang
sama, sehingga tidak akan ada keputusan yang bersifat memihak;
-
Pertumbuhan koperasi memiliki prospek
yang baik. Perkembangannya dari tahun ke tahun semakin pesat, baik jumlahnya
maupun kualitasnya. Hal ini disebabkan adanya kemudahan dalam pendirian
koperasi yang tidak mengenal batas wilayah;
-
Mudahnya untuk mendapatkan modal bagi
anggota koperasi. Dengan iyuran wajib anggota disetiap bulannya, akan
mempermudah anggota untuk mengembangkan usahanya dengan mengambil dari iyuran
wajib tersebut;
-
Adanya nilai-nilai dan prinsip koperasi
yang tidak terdapat dalam badan usaha lain. Hal inilah yang menyebabkan
hubungan yang harmonis antara anggota dan pengurus. Misalnya, terciptanya
hubungan kekeluargaan, demokrasi, kemandirian, sukarela, keterbukaan maupun
kepedulian sesama anggota;
-
Adanya dukungan politik dari masyarakat,
pemerintah daerah dan lembaga legislatif terhadap keberadaan koperasi di tengah
lingkungan masyarakat.
b.
Kelemahan (Weakness)
-
Kualitas sumber daya manusia masih
rendah. Tidak bisa dimungkiri jika kualitas sumber daya manusia Indonesia masih
rendah. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan perkembangan koperasi
terhambat. Rendahnya kualitas sumber daya menyebabkan pengelolaan koperasi
menjadi tidak optimal. Akhirnya koperasi tidak mampu bersaing dengan usaha
lainnya;
-
Banyak koperasi yang mengabaikan
anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Bahkan tidak sedikit pula koperasi
yang tidak aktif, dan ada pula koperasi yang tidak berbasiskan anggota. Kasus
ini terjadi karena koperasi melaksanakan anggaran dasar dan anggaran rumah
tangga. Padahal, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga merupakan pedoman
dalam mengelola koperasi;
-
Prinsip control secara demokratis,
menyebabkan anggota yang memiliki modal dalam jumlah banyak akan keluar dari
koperasi dan memilih masuk organisasi nonkoperasiyang ketentuan-ketentuannya
menyatakan pemilik modal terbesar adalah yang memiliki control terbesar dalam
perusahaan;
-
Prinsip bunga yang terbatas atas modal,
akan mengurangi kegiatan anggota untuk menabubg pada koperasi;
-
Belum tumbuh dan tertata dengan baik
kerja sama dengan badan usaha-badan usaha lainnya dalam bentuk jaringan yang
sifatnya saling mengisi dan saling menunjang sehingga koperasi sulit berkembang.
c.
Peluang
(Opportunity)
-
Tumbuhnya otonomi daerah yang lebih baik
ditambah perimbangan keuangan yang lebih adil serta kedekatan pemda dengan
permasalahan pelaku ekonomi di wilayahnya;
-
Tuntutan masyarakat untuk pembangunan
yang semakin berkeadilan dan transparent;
-
Pranata konstitusi dan aturan
pelaksanaannya yang memberikan prioritas pembangunan ekonomi pada koperasi
dalam mewujudkan system ekonomi kerakyatan;
-
Hadirnya MEA (masyarakat Ekonomi Asean)
merupakan peluang terbesar dalam memperluas sebaran pemasaran produk dari
koperasi;
-
Pertumbuhan penduduk di Indonesia merupakan
keuntungan para pelaku ekonomi koperasi di Indonesia. Karena, selain dengan
bertambahnya jumlah penduduk dapat menaikan jumlah permintaan. Bertambahnya penduduk
juga akan menambah jumlah SDM berkualitas dan berkompeten di masa mendatang;
-
Bentuk geografis Indonesia juga
merupakan peluang untuk anggota koperasi mengembangkan usahanya. Dengan menggali
kekayaan alam Indonesia secara benar, jenis usaha yang timbul di pasaran pun
akan semakin beragam.
d.
Ancaman (Threat)
-
Bencana alam, hal ini merupakan ancama
yang sangat sulit diprediksi namun sangat besar kemungkinan nya terjadi di indonesia.
Didukung bentuk geografis Indonesia yang dikelilimgi lautan. Jadi sangat besar
kemungkinan kerugian yang ditimbulkan dari ancaman ini;
-
Stabilitas kemanan, saat suatu daerah
mengalami konflik, secara otomatis perekonomian akan ikut lumpuh dikarenakan
pemilik usaha cenderung menjauhi kemungkian resiko kerugian akibat konflik;
-
Bertambahnya pelaku pasar multinasional
yang sangat inovativ dan mampu menyajikan produk dan layanan yang lebih baik;
-
Penegakan hukum yang belum efektif
(maraknya peredaran barang impor ilegal );
-
Rendahnya kualitas SDM serta rendahnya
produktivitas ditambah daya saing koperasi;
-
Keterbatasan keuangan Negara untuk
menstimulus pembangunan ekonomi, sehingga laju pertumbuhannya cenderung lambat;
-
Kurang optimalnya pelaksanaan otonomi
daerah untuk mendukung pemberdayaan koperasi;
-
Rendahnya partisipasi anggota koperasi
dalam kegiatan usaha koperasi;
-
Keperdulian, kemampuan dan kualitas
pembinaan dalam memberdayakan koperasi yang cukup rendah.
Keadaan koperasi di
Indonesia saat ini, pada dasarnya sudah cukup baik dalam keberlangsungannya. Namun
bila ancaman dan kelemahan yang dimiliki oleh koperasi tidak segerah diperbaiki
dan disiasati, maka hal tersebut akan segera melunturkan peranan kpperasi dan
manfaat koperasi bagi perekonomian Indonesia kedepannya. Karena bagaimanapun
peranan koperasi dan UMKM di Indonesia sangat berpengaruh pada pertumbuhan
perekonomian di Indonesia.
Kelebihan yang dimiliki koperasi pun harus terus di
pertahankan bahkan jika mampu, kperasi Indonesia terus berbenah dengan
keadaannya dari masa ke masa. Koperasi di
Indonesia tidak boleh terlena oleh kelebihan nya, koperasi harus mampu mengembangkan
potensinya. Dikarenakan kesempatan yang dimiliki koperasi sesungguhnya
sangatlah luas sehingga seharusnya dapat di manfaatkan dengan maksimal agar
keadaan koperasi dapat lebih baik dari sebelumnya.
sourch from :
sourch from :
Daftar
pustaka:

