Kamis, 20 November 2014

PERALIHAN FUNGSI TROTOAR

Hai bloggers ketemu lagi sama pemilik blog My Beautiful World, haha sok rahasia banget yah,,

Kali ini kita gak akan bahas mengenai hal yang berbau ekonomi. Karena pada dasarnya tujuan blog ini bukan hanya sekedar berbagi ilmu, tapi sebagai tempat kita sharing berbagai hal yang memang jadi objek yang menarik perhatian, terutama bagi saya pribadi. Dan dalam sesi ini, saya akan sedikit menyorot kejadian sosial sehari-hari yang belakangan ini cukup menarik perhatian saya.
Kejadian sosial yang menarik dimata saya saat ini, berhubungan dengan fungsi suatu fasulitas umum yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan selalu dipergunakan oleh semua pejalan kaki. 

Kira-kira ada yang tau apa yang akan saya bahas???

Yapp bener banget, kali ini saya akan membahas mengenai trotoar....
Menurut wikipedia bahasa Indonesia,Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih  tinggi dari dari dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan.
Pada dasarnya, pembangunan trotoar di tujukan untuk memisahkan pejalan kaki dari arus kendaraan bermotor, tanpa menimbulkan gangguan-gangguan yang besar terhadap aksesibililitas dengan pembangunan trotoar. Dan berfungsi memperlancar laulintas jalan raya karena tidak terganggu atau terpengaruh oleh lalulintas pejalan kaki.
Namun dalam kenyataan nya, trotoar saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pejalan kaki. Saat ini, trotoar telah mengalami perubahan fungsi yang sangat cepat. Kini, trotoar dapat berfungsi sebagai tempat berjualan kaki lima hingga beralih fungi sebagai jalan bagi pengendara motor disaat macet.


Fenomena peralihan fungsi tersebut saya rasa sangat miris. Dikarenakan sangatlah tidak pantas kegiatan tersebut dilakukan di tempat yang tidak seharusnya. Terutama fenomena trotoar yang digunakan pengguna kendaraan roda dua untuk mempercepat laju kendaraan nya.
Dalam menjalani kesehariannya, setiap orang pastilah memiliki keperluan dan kesibukannya masing-masing.  Termasuk mengejar waktu untuk memulai kegiatannya sesuai tujuan masing-masing. Dan setiap orang juga memiliki urusannya sendiri, sebagai makhluk social ada saatnya kita mencampuri dan ada saat nya kita untuk membiarkan orang-orang menyelesaikan urusannya hanya dengan dirinya sendiri.
Akan tetapi sangat lah tidak bijaksana bila kita melibatkan orang lain yang tidak seharusnya terlibat dalam urusan kita untuk ikut mersakannya. Begitupun halnya dengan permasalahan kemacetan yang tidak dapat kita prediksi kedatangan nya. Kemacetan merupakan musuh terbesar bagi setiap pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun hal tersebut masih dapat kita antisipasi dengan berkendara lebih awal atau mencari alternative lain.
Saat ini alternative berkendara sangat beragam. Untuk pengguna roda empat saat kemacetan sering terjadi, pegendara bisa berangkat lebih awal atau menggunakan kendaraan umum. Dan bagi kendaraan roda dua, pengguna bisa mencari jalan lain yang lebih sedikit volume kendaraan nya dibandingkan jalan yang biasa terkena macet tersebut atau berkendara lebih awal dari biasanya.
Tetapi pengguna motor sangat jarang yang melakukan antisipasi akan kemacetan yang akan dihadapinya. Merka akan lebih memilih jalan yang biasa mereka lewati dibandingkan untuk mencari jalan lain atau pun untuk berangat lebih awal.  Dari permaslahan kemacetan tersebut, timbulah suatu cara lain dari oknum pengguna jalan yang kurang sabar, untuk mempercepat waktu perjalanannya. Oknum tersebut menaikan motornya ke trotoar dan berjalan beriringan dengan pejalan kaki.
Bagi saya, hal diatas sangatlah tidak terpuji. Dikarenakan secara tidak langsung pengendara motor telah menyalahi hak orang lain sebagai pejalan kaki yang memang sudah seharusnya berada/ berjalan di trotoar. Selain itu, kendaraan bermotor yang memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibanding kecepatan pejalan kaki, akan menimbulakan resiko kerusakan bahkan resiko kecelakaan bagi para pengguna.
Setiap orang di dunia ini pastilah tidak menginginkan hal buruk menghampirinya. Saat ini sangat tidak jarang bila hal buruk menghampiri seseorang yang disebabkan oleh tingkah dan laku yang dilakukannnya. Namun terkadang manusia lebih memilih untuk menyalahkan factor lain dalam setiap kejadian buruk dihidup nya. Bila saja kita dapat melihat diri kita sendiri sebelum menyalahkan factor lain, alangkah indahnya kelangsungan hidup kita ini.
Fenomena penyalahgunaan trotoar pun sangatlah beresiko bila terus dibiarkan tanpa adanya tindakan dari pihak yang berkepentingan. Resiko yang ditimbulkan dapat berupa:
1.     Berkurang nya lahan pejalan kaki untuk berlalu-lalang, sehingga pejalan kaki lebih memilih berjalan di jalan umum ;
2.      Maraknya pejalan kaki yang terserempet bahkan tertabrak pengendara motor yang berkendara di trotoar ;
3.      Terganggunya lalulintas jalanan umum, sehingga berpotensi terjadi kecelakaan.
4.      Dan banyak lagi
Bila semua hal itu terjadi, akan lebih banyak masyarakat yang dipidanakan dikarenakan menabrak pejalan kaki. Dan bila terus dibiarkan, citra penegak hukum di suatu Negara akan menurun seiring berjalannya waktu. Untuk menghindari terjadinya kemungkinan yang lebih parah saya selaku masyarakat, menyarankan untuk para pengguna jalan umum untuk saling menghargai dan menghormati hak dan kewajiban sebagai pengguna jalan maupun pengguna trotoar.

Karena setiap nyawa yang kita miliki merupakan anugerah yang tuhan berikan untuk menjalani dan menikmati hidup kita. Setiap individu memiliki kepentingannya sendiri, dan kita harus saling menghargai atas kepentingan tersebut. Biasakan hidup sesuai dengan peraturan, dan usahakan untuk berfikir sebelum bertindak. Agar keberadaan kita tidak mengganggu pihak lain dan keberadaan kita dapat selalu dihargai oleh orang banyak. Selain itu, perlu ada tindakan tegas dari petugas agar tidak se-enaknya lagi.


sumber : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar