Hai bloggers
ketemu lagi sama pemilik blog My Beautiful World, haha sok rahasia banget yah,,
Kali ini kita
gak akan bahas mengenai hal yang berbau ekonomi. Karena pada dasarnya tujuan
blog ini bukan hanya sekedar berbagi ilmu, tapi sebagai tempat kita sharing
berbagai hal yang memang jadi objek yang menarik perhatian, terutama bagi saya
pribadi. Dan dalam sesi ini, saya akan sedikit menyorot kejadian sosial
sehari-hari yang belakangan ini cukup menarik perhatian saya.
Kejadian sosial
yang menarik dimata saya saat ini, berhubungan dengan fungsi suatu fasulitas
umum yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan selalu dipergunakan
oleh semua pejalan kaki.
Kira-kira ada yang tau apa yang akan saya bahas???
Yapp bener banget,
kali ini saya akan membahas mengenai trotoar....
Menurut
wikipedia bahasa Indonesia,Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya
sejajar dengan jalan dan lebih tinggi
dari dari dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang
bersangkutan.
Pada dasarnya,
pembangunan trotoar di tujukan untuk memisahkan
pejalan kaki dari arus kendaraan bermotor, tanpa menimbulkan gangguan-gangguan
yang besar terhadap aksesibililitas dengan pembangunan trotoar. Dan berfungsi
memperlancar laulintas jalan raya karena tidak terganggu atau terpengaruh oleh
lalulintas pejalan kaki.
Namun
dalam kenyataan nya, trotoar saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat
pejalan kaki. Saat ini, trotoar telah mengalami perubahan fungsi yang sangat
cepat. Kini, trotoar dapat berfungsi sebagai tempat berjualan kaki lima hingga
beralih fungi sebagai jalan bagi pengendara motor disaat macet.
Fenomena
peralihan fungsi tersebut saya rasa sangat miris. Dikarenakan sangatlah tidak
pantas kegiatan tersebut dilakukan di tempat yang tidak seharusnya. Terutama
fenomena trotoar yang digunakan pengguna kendaraan roda dua untuk mempercepat
laju kendaraan nya.
Dalam
menjalani kesehariannya, setiap orang pastilah memiliki keperluan dan
kesibukannya masing-masing. Termasuk mengejar
waktu untuk memulai kegiatannya sesuai tujuan masing-masing. Dan setiap orang
juga memiliki urusannya sendiri, sebagai makhluk social ada saatnya kita
mencampuri dan ada saat nya kita untuk membiarkan orang-orang menyelesaikan
urusannya hanya dengan dirinya sendiri.
Akan
tetapi sangat lah tidak bijaksana bila kita melibatkan orang lain yang tidak
seharusnya terlibat dalam urusan kita untuk ikut mersakannya. Begitupun halnya
dengan permasalahan kemacetan yang tidak dapat kita prediksi kedatangan nya.
Kemacetan merupakan musuh terbesar bagi setiap pengguna kendaraan roda dua
maupun roda empat. Namun hal tersebut masih dapat kita antisipasi dengan
berkendara lebih awal atau mencari alternative lain.
Saat
ini alternative berkendara sangat beragam. Untuk pengguna roda empat saat
kemacetan sering terjadi, pegendara bisa berangkat lebih awal atau menggunakan
kendaraan umum. Dan bagi kendaraan roda dua, pengguna bisa mencari jalan lain
yang lebih sedikit volume kendaraan nya dibandingkan jalan yang biasa terkena
macet tersebut atau berkendara lebih awal dari biasanya.
Tetapi
pengguna motor sangat jarang yang melakukan antisipasi akan kemacetan yang akan
dihadapinya. Merka akan lebih memilih jalan yang biasa mereka lewati
dibandingkan untuk mencari jalan lain atau pun untuk berangat lebih awal. Dari permaslahan kemacetan tersebut, timbulah
suatu cara lain dari oknum pengguna jalan yang kurang sabar, untuk mempercepat
waktu perjalanannya. Oknum tersebut menaikan motornya ke trotoar dan berjalan
beriringan dengan pejalan kaki.
Bagi
saya, hal diatas sangatlah tidak terpuji. Dikarenakan secara tidak langsung pengendara
motor telah menyalahi hak orang lain sebagai pejalan kaki yang memang sudah
seharusnya berada/ berjalan di trotoar. Selain itu, kendaraan bermotor yang
memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibanding kecepatan pejalan kaki, akan
menimbulakan resiko kerusakan bahkan resiko kecelakaan bagi para pengguna.
Setiap
orang di dunia ini pastilah tidak menginginkan hal buruk menghampirinya. Saat
ini sangat tidak jarang bila hal buruk menghampiri seseorang yang disebabkan
oleh tingkah dan laku yang dilakukannnya. Namun terkadang manusia lebih memilih
untuk menyalahkan factor lain dalam setiap kejadian buruk dihidup nya. Bila
saja kita dapat melihat diri kita sendiri sebelum menyalahkan factor lain,
alangkah indahnya kelangsungan hidup kita ini.
Fenomena
penyalahgunaan trotoar pun sangatlah beresiko bila terus dibiarkan tanpa adanya
tindakan dari pihak yang berkepentingan. Resiko yang ditimbulkan dapat berupa:
1. Berkurang nya lahan pejalan kaki untuk berlalu-lalang,
sehingga pejalan kaki lebih memilih berjalan di jalan umum ;
2. Maraknya pejalan kaki yang terserempet bahkan
tertabrak pengendara motor yang berkendara di trotoar ;
3. Terganggunya lalulintas jalanan umum, sehingga
berpotensi terjadi kecelakaan.
4. Dan banyak lagi
Bila
semua hal itu terjadi, akan lebih banyak masyarakat yang dipidanakan
dikarenakan menabrak pejalan kaki. Dan bila terus dibiarkan, citra penegak hukum
di suatu Negara akan menurun seiring berjalannya waktu. Untuk menghindari
terjadinya kemungkinan yang lebih parah saya selaku masyarakat, menyarankan
untuk para pengguna jalan umum untuk saling menghargai dan menghormati hak dan
kewajiban sebagai pengguna jalan maupun pengguna trotoar.
Karena
setiap nyawa yang kita miliki merupakan anugerah yang tuhan berikan untuk
menjalani dan menikmati hidup kita. Setiap individu memiliki kepentingannya
sendiri, dan kita harus saling menghargai atas kepentingan tersebut. Biasakan hidup
sesuai dengan peraturan, dan usahakan untuk berfikir sebelum bertindak. Agar keberadaan
kita tidak mengganggu pihak lain dan keberadaan kita dapat selalu dihargai oleh
orang banyak. Selain itu, perlu ada tindakan tegas dari petugas agar tidak
se-enaknya lagi.
sumber :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar