Sumber
Daya Konsumen adalah semua pendapatan atau kekayaan yang dimiliki seorang
konsumen yang bertujuan untuk menentukan apa yang akan dibeli oleh konsumen
(keputusan konsumen). Sumber daya
konsumen terhadap pembelian terkait dengan pendapatan yang didapat setiap
konsumen. Tinggi atau rendahnya pendapatan konsumen, mempengaruhi pengeluaran
mereka terhadap suatu barang.Sumber daya konsumen ada 3 yaitu sumber daya
ekonomi, sumber daya sementara, sumber daya kognitif.
a.
Sumber
daya ekonomi
Sumber daya ekonomi
pada dasarnya diartikan sebagai sesuatu sumber daya yang dimiliki baik yang
tergolong pada sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang dapat
memberikan manfaat serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan
(ekonomi) wilayah tingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural
harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain. Misalnya, penggunaan energi
sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat
mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam yang tidak dapat
diperbarui. sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui (non-renewable or
exhaustible resources). Jenis sumberdaya ini pada dasarnya meliputi sumberdaya
alam yang mensuplai energi seperti minyak, gas alam, uranium, batubara serta
mineral yang non energi seperti misalnya : tembaga, nikel,aluminium,dll.
Sumberdaya alam jenis ini adalah sumberdaya alam dalam jumlah yang tetap berupa
deposit mineral (mineral deposits) diberbagai tempat dimuka bumi. Sumberdaya
alam jenis ini bisa habis baik karena sifatnya yang tidak bisa diganti oleh
proses alam maupun karena proses penggantian alamiahnya berjalan lebih lamban
dari jumlah pemanfaatannya. sumberdaya alam yang potensial untuk diperbarui
(potentially renewable resources).
b.
Sumber
daya sementar
Waktu menjadi salah
satu variabel yang semakin penting dalam memahami perilaku konsumen. Banyak
konsumen yang semakin mengalami kemiskinan akan waktu, karena kesibukan dalam
kegiatan sehari-hari. Namun demikian ada suatu bagian waktu yang dihabiskan
untuk kegiatan yang sangat peribadi yaitu waktu senggang. Secara historis,
anggaran waktu konsumen dianggap memiliki dua komponen, yaitu waktu kerja dan
waktu senggang. Menurut Lane dan Lindquist, anggaran waktu konsumen terbagi
atas:
- Waktu yang
menghasilkan pendapatan
- Waktu terikat (wajib
dan non-wajib)
- Waktu tidak terikat (terencana dan tidak
terencana)
Barang
yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan
pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf,
Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib).
Barang
Penghemat Waktu
Produk yang menghemat
waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven
microwave, pemotong rumput, fast food.
c.
Sumberdaya
kognitif
Pengertian sumber daya
kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan
melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan.
Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata—skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya—
dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam
merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam
konstruktivisme.
d.
Kandungan
pengetahuan
Pengetahuan Konsumen
adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk,
serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan
fungsinya sebagai konsumen. Dalam hal ini pengetahuan konsumen amat diperlukan.
Karena, hal ini dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan
pembelian. Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan
membeli akan tergantung kepada pengetahuan. Pengetahuan Konsumen terbagi kedalam
tiga macam, yaitu Pengetahuan Produk, Pengetahuan Pembelian, Pengetahuan
Pemakaian.
1. Pengetahuan Produk
adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk. Pengetahuan ini
meliputi kategori produk, merek terminologi produk atribut atau fitur, harga
produk dan kepercayaan mengenai produk.
Jenis Pengetahuan Produk :
·
Pengetahuan tentang
karakteristik/atribut produk Seorang Konsumen akan melihat suatu produk
berdasarkan kepada karakteristik atau ciri atau atribut dari produk tersebut.
Setiap konsumen mungkin memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyebutkan
karakteristik atau atribut dari suatu
produk. Hal ini disebabkan perbedaan pengetahuan yang dimilikinya. Pengetahuan
mengenai atribut tersebut akan mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen.
Pengetahuan yang lebih banyak akan memudahkan konsumen dalam memilih produk
yang akan dibelinya.
·
Pengetahuan Manfaat Produk Seorang
Konsumen mengkonsumsi gula rendah kalori
karena mengetahui manfaat produk tersebut bagi kesehatan tubuhnya.
Manfaat yang dirasakan konsumen. Setelah mengkonsumsi gula rendah kalori yaitu
dapat menghindari penyakit diabetes. Inilah yang disebut sebagai pengetahuan
tentang manfaat produk.
2. Pengetahuan Pembelian
terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko dan
penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut. Pengetahuan Konsumen
cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja,
karena telah mengetahui dimana letak produk di dalam toko tersebut. Hal ini akan
memudahkan konsumen untuk berbelanja atau melakukan pembelian. Hal ini akan
memudahkan konsumen untuk berbelanja karena konsumen bisa menghemat waktu dalam
mencari lokasi produk. Menurut Petter dan Olson (1999), perilaku membeli
meliputi store contact, product contact, dan Transaction.
·
Store contact meliputi tindakan mencari
outlet, pergi ke outlet dan memasuki outlet.
·
Product contact, konsumen akan mencari
lokasi produk, mengambil produk tsb dan membawanya ke kasir.
·
Transaction, konsumen akan membayar
produk tersebut dengan tunai, kartu
kredit, kartu debet atau alat pembayaran lainnya.
3. Pengetahuan Pemakaian
yaitu suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk
tersebut telah digunakan/ dikonsumsi.
Agar produk tsb bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yg tinggi,
maka konsumen harus bisa menggunakan/ mengkonsumsi produk tersebut dengan
benar. Produsen berkewajiban untuk memberikan informasi yang cukup agar
konsumen mengetahui cara pemakaian suatu produk. Pengetahuan pemakaian suatu
produk adalah penting bagi konsumen.
e.
Organisasi
pengetahuan
Pengetahuan
organisasi ini dimaksudkan untuk mencakup semua jenis skema untuk mengorganisir
informasi dan manajemen pengetahuan mempromosikan. Pengetahuan organisasi
mencakup skema klasifikasi yang mengatur bahan-bahan pada tingkat umum (seperti
buku-buku di rak), judul-judul subjek yang menyediakan akses yang lebih rinci,
dan otoritas file yang mengontrol versi varian informasi penting (seperti
nama-nama geografis dan nama-nama pribadi).
Istilah pengetahuan organisasi ini dimaksudkan
untuk mencakup semua jenis skema untuk mengorganisir informasi dan
mempromosikan manajemen pengetahuan Sistem pengetahuan organisasi yang mencakup
Mengatur skema Klasifikasi bahan-bahan pada tingkat umum (seperti buku-buku di
rak), judul-judul subjek yang menyediakan akses lebih terperinci, dan Otoritas
varian versi file yang mengontrol informasi kunci (seperti nama-nama dan nama
Geografis -nama pribadi). Mereka juga termasuk kurang-skema tradisional,
seperti jaringan semantik dan ontologi. Mereka juga termasuk kurang-skema
tradisional, seperti jaringan semantik dan ontologi. Karena sistem organisasi
pengetahuan mekanisme untuk mengorganisir informasi, mereka berada di jantung
dari setiap perpustakaan, museum, dan arsip. Karena mekanisme sistem
pengetahuan organisasi untuk mengorganisir informasi, mereka berada di jantung
dari setiap perpustakaan, museum, dan arsip.
Sistem
organisasi pengetahuan digunakan untuk mengatur bahan-bahan untuk tujuan
pengambilan dan untuk mengelola koleksi. Sistem pengetahuan organisasi
Digunakan untuk Mengatur bahan-bahan untuk tujuan pengambilan dan untuk
mengelola koleksi. Sebuah KOS berfungsi sebagai jembatan antara kebutuhan
informasi pengguna dan materi dalam koleksi. Sebuah berfungsi KOS Sebagai
jembatan antara kebutuhan pengguna informasi dan materi dalam koleksi. Dengan
itu, pengguna harus dapat mengidentifikasi objek menarik tanpa pengetahuan
sebelumnya keberadaannya.
Dengan
itu, pengguna harus dapat mengidentifikasi objek menarik tanpa pengetahuan
sebelumnya keberadaannya. Baik melalui browsing atau mencari langsung, baik
melalui tema pada halaman Web atau situs mesin pencari, para KOS membimbing
pengguna melalui proses penemuan. Baik melalui mencari atau browsing langsung,
baik melalui tema pada halaman Web atau situs mesin pencari, para KOS
membimbing pengguna melalui proses penemuan. Selain itu, Koss mengijinkan
penyelenggara untuk menjawab pertanyaan mengenai cakupan pengumpulan dan apa
yang dibutuhkan untuk melengkapi itu. Selain itu, Koss mengijinkan
Penyelenggara untuk menjawab pertanyaan mengenai cakupan Pengumpulan dan apa
yang dibutuhkan untuk melengkapi itu.
f.
Mengukur
pengetahuan
Pengukuran
pengatahuan objektif (objective knowledge) adalah pengukuran yang menyadap apa
yang benar-benar sudah disimpan oleh konsumen di dalam ingatan. Ukuran
pengetahuan objektif, yang berfokus pada potongan informasi khusus yang mungkin
diketahui konsumen. Dan pilihan akhir untuk menilai pengetahuan adalah dengan
menggunakan ukuran pengetahuan subjektif (subjective knowledge).
Pengetahuan
ini sireflesikan oleh pengukuran yang menyadap persepsi konsumen mengenai banyaknya
pengetahuan mereka sendiri. Pada dasarnya, konsumen diminta untuk menilai diri
mereka sendiri berkenaan dengan pengetahuan produk atau keakraban mereka.
Ukuran pengetahuan subjektif berrpusat di sekitar kesan konsumen mengenai
pengetahuan total dan keakraban mereka.
Akhirnya,
pertimbangan diberikan pada metode alternatif untuk pengukuran pengetahuan.
Pengalaman pembelian atau pemakaian, walaupun tentu saja berhubungan dengan
pengetahuan, tidak harus memberikan indikasi yang akurat mengenai beberapa
persisnya informasi yang dimiliki konsumen.
Sumber:
http://silvaanggraeni17.blogspot.co.id/2014/11/sumber-daya-konsumen-dan-pengetahuan.html
autor: Silva Anggraeni on november 2015
James
F. Engel, Roger D. Blackwell, Paul W. Miniard. (1994). Perilaku Konsumen Jilid
1. Jakarta : Penerbit Binarupa Aksara.
http://hendrobudiyono.blogspot.co.id/2013/11/sumber-daya-konsumen-dan-pengetahuan.html
author: hendro Budiyono
http://yesamartha.blogspot.co.id/2012/10/sumber-daya-konsumen-dan-pengetahuan.html
author: yesa martha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar