Hi readers,,, bagaimana
keadaan kalian? Apakah kalian sehat? Semoga kalian sehat wal afiat yah... amin
Readers, sekarang udah
hari rabu lagi nih. Seperti biasanya nih aku hadir buat bagi-bagi info buat
kalian. Oh iya, maaf yah aku baru muncul lagi setelah sekian lama menghilang
dari khalayak bloggers, hehe sebenernya sih aku gak ngilang Cuma muncul nya di
socmed lainnya aja kalau pengen tau kalian bisa hubungin aku di path
(Ervindianie Andzarsauria) atau di IG (@dianiervin) cieee promosi nih akunya,,,
hahaha
Sebetulnya alasan utama
aku ga ada disini itu karna kemarin aku ada UTS selama 1 bulan. Gak full sih Cuma
cukup makan waktu aja sih,,, hehe. Dan baru kali ini nih bisa cuap-cuap lagi di
page ini. Okayyy kali ini aku mau bahas tentang pengaruh aspek ketahanan nasional terhadap kehidupan berbangsa dan
bernegara. Nah loh, itu apaan deh???
Tenang-tenang, aku udah
pernah posting tentang apa itu ketahanan nasional dan segala detailnya kok. Memang
sih udah cukup lama, tapi biar gampang nih aku kasih link nya klik disini
Oke langsung bahas aja
nih yah,,,
Berdasarkan rumusan
pengertian ketahanan nasional dan kondisi kehidupan nasional Indonesia
sesungguhnya ketahanan nasional merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata)
kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat tertentu. Dari rumusan ini
diperoleh gambaran bahwa konsepsi
ketahan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan
yaitu:
1.
Akpek yang berkaitan dengan alamiah
bersifat statis meliputi aspek geografi, kependudukan dan SDA
2.
Aspek yang berkaitan dengan sosial
bersifat dinamis meliputi aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan
hankam.
A. Pengaruh
aspek Ideologi
Ideologi adalah suatu sistem nilai yang
merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. Dalam ideologi juga
terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu
bangsa. Secara teori suatu ideologi bersumber dari suatu aliran
pikiran/falsafah dan merupakan
pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.
ideologi yang ada di dunia:
1. Liberalisme
Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa
negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua
orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). Dengan artian
kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi sehingga
masyarakat tiada lebih dari jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai
tersendiri. Hak dan kebebasan orang seorang dibatasi hanya oleh hak yang sama
yang dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan mastarakat seluruhnya.
Liberalisme bertitik tolak dari hak
asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tdak dapat diganggu gugat oleh
siapapun termasuk penguasa. Faham ini juga selalu mengaitkan aliran pikirannya
dengan hak asasi manusia yang menarik minat/daya tarik yang kuat untuk kalangan
masyarakat tertentu.
2. Komunisme
Aliran pikiran golongan (class theory)
yang diajarkan oleh Karl Marx, Engels dan Lenin pada mulanya merupakan kritik
Kark Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri.
Aliran pemikiran ini beranggapan bahwa
negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain. Golongan
ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. Golongan borjuis menindas golongan
proletar (kaum buruh). Karena itu Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan
revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari golongan kaya kapitalis
dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur negara.
Sesuai dengan aliran pikiran yang
melandasi komunisme, dalam upaya merebut atau mempertahankan kekuasaan
kominisme dalam upaya merebut atau mempertahankan kekuasaan komunisme akan :
-
menciptakan situasi konflik untuk
mengadu golongan-golongan tertentu serta menghalalkan segala cara untuk
mencapai tujuan
-
ajaran komunisme adalah atheis dan
didasarkan pada kebendaan (materialistis) dan tidak percaya akan adanya Tuhan
Yang Maha Esa
-
Masyarakat komunis bercorak internasional.
Masyarakat yang dicita-citakan komunis adalah masyarakat komunis dunia yang
tidak dibatasi oleh kesadaran nasional. Komunisme menghendaki masyarakat tanpa
nasionalisme.
-
Masyarakat komunis yang dicita-citakan
adalah masyarakat tanpa kelas. Masyarakat tanpa kelas dianggap masyarakat yang
dapat memberikan suasana hidup yang aman dan tenteram, tidak ada pertentangan,
tidak adanya hak milik pribadi atas alat produksi dan hapusnya pembagian kerja.
3. Faham
Agama
Ideologi bersumber pada
falsafah agama yang termuat dalam kitab suci agama. Negara membina kehidupan keagamaan umat dengan sifat
spiritual religius. Dalam bentuk lain negara melaksanakan hukum/ketentuan agama
dalam kehidupan dunia, negara berdasarkan agama.
B. Pengaruh
aspek Politik
Pengaruh tersebut tercermin dalam fungsi
pemerintahan negara sebagai penentu kebijaksanaan serta aspirasi dan
tuntutan masyarakat sebagai tujuan yang
ingin diwujudkan sehingga kebijaksanaan pemerintahan negara itu haruslah serasi
dan selaras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat.
Politics di Indonesia harus dapat
dilihat dalam konteks Ketahanan Nasional
ini yang meliputi dua bagian utama yaitu politik dalam negeri dan politik luar
negeri.
-
Politik dalam negri
Politik dalam negeri adalah kehidupan
politik dan kenegaraan berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong
partisipasi masyarakat dalam satu sistem, dan unsur-unsurnya terdiri dari :
a. Struktur
politik
b. Proses
politik
c. Budaya
politik
d. Komunikasi
politik
-
Politik luar negri
Politik luar negeri adalah salah satu
sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa.Dijiwai
oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntutan moral dan etika, politik luar
negeri Indonesia diabadikan kepada
kepentingan nasional terutama untuk pembangunan nasional.
Dengan demikian politik luar negeri merupakan
bagian intergral dari strategi nasional dan secara keseluruhan merupakan salah
satu sarana pencapaian tujuan nasional. Dan politik di Indonesia menganut
falsafah bebas dan aktif. Bebas dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memeihak
kepada kekuatan-kekuatan yang pada
dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Aktif dalam pengertian tidak
bersifat reaktif dan tidak menjadi objek percaturan internasional, tetapi
berperan serta atas dasar cita-cita bangsa.
C. Pengaruh
pada Aspek Ekonomi
Perekonomian adalah salah satu aspek
kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat ,
meliputi produksi, distribusi serta konsumsi barang dan jasa.
Sistem perekonomian yang dianut oleh
suatu negara akan memberi corak dan warna terhadap kehidupan perekonomian dari
negara itu.
Sistem perekonomian yang dianut oleh
bangsa Indonesia mengacu kepada pasal 33 UUD 1945. Didalamnya menjelaskan bahwa
sistem perekonomian adalah usaha bersama berarti setiap warga negara mempunyai
hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda perekonomian dengan tujuan
untuk mensejahterakan bangsa. Dengan demikian, perekonomian tidak hanya
dijalankan oleh pemerintah yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan badan-badan
usaha negara, namun masyarakat dapat turut serta dalam kegiatan perekonomian
dalam bentuk usaha-usaha swasta yang sangat luas bidang usahanya.
D. Pengaruh
pada aspek Sosial budaya
Istilah sosial budaya mencakup dua segi
utama kehidupan bersama manusia yaitu segi sosial dimana manusia demi
kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan mnusia lainnya.
Sementara itu segi budaya merupakan keseluruhan tatanilai dan cara hidup dalam
tingkah laku dan hasil tingkah laku nya.
Pengertian sosial pada hakekatnya adalah
pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai
kebersamaan, senasib, sepenanggungan dan solidaritas yang merupakan unsur
pemersatu. Adapun hakekat budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil hubungan
manusia dengan cipta, rasa dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama
serta merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan. Dengan demikian,
kebudayaan merupakan seluruh cara hidup suatu masyarakat yang manifestasinya
dalam tingkah laku dan hasil dari tingkah laku yang dipelajari dari berbagai
sumber. Kebudayaan diciptakan oleh faktor organobiologis manusia, lingkungan
alam, lingkungan psikologis dan lingkungan sejarah. Masyarakat budaya membentuk
pola budaya sekitar satu atau beberapa fokus budaya. Fokus budaya dapat berupa
nilai dan norma religius, ekonomis atau nilai sosial kultural lain, seperti
misalnya ideologi modern, ilmu pengetahuan dan teknologi.
E. Pengaruh
Pada Aspek Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah
kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem pertahanan
dan keamanan dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan
hidup dan kehidupan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan
dan keamanan dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan dan mengerakkan seluruh
potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat di seluruh bidang kehidupan
nasional secara terintegasi dan terkoordinasi, yang diadakan oleh pemerintah
dan negara Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai inti pelaksana.
Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai
kondisi dinamik kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi
keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional didalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang
datang dari luar maupun dari dalam baik langsung maupun tidak langsung yang
membahayakan identitas, integritas dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Sourch :
baca juga disini;
BalasHapusPengaruh Aspek Ketahanan Nasional Pada Kehidupan Berbangsa dan Bernegara