1.
Pengaruh kelompok Referensi
Kelompok
referensi disebut juga sebagai acuan.Kelompok referensi merupakan sekelompok
orang yang secara nyata mempengaruhi perilaku seorang secara langsung atau
tidak langsung.Kelompok referensi ini berguna sebagai referensi seseorang dalam
pengambilan keputusandan sebagai dasar pembandingan bagi seseorang dalam
membentuk nilai dan sikap umum / khusus atau pedoman khusus bagi perilaku.
Kelompok
referensi / acuan menurut Kotler dan Armstrong adalah : “Kelompok -kelompok
yang memiliki pengaruh langsung atau
pengaruh tidak langsung pada sikap dan prilaku seseorang.”
Kelompok
acuan terdiri dari orang-orang yang dikenal secara mendalam (seperti keluarga
atau sahabat) atau orang-orang yang dikenal tanpa ada hubungan yang mendalam
(klien) atau orang-orang yang dikagumi (tokoh atau artis). Karena orang
cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain yang memiliki kemiripan,
mereka sering kali terpengaruh dengan mengetahui bagaimana orang lain
menginginkan mereka menjalani hidup.
Terdapat
beberapa bentuk kelompok acuan yang dapat mempengaruhi konsumen dalam perilaku
konsumsi, yaitu kelompok pertemanan, kelompok belanja, kelompok kerja, komunitas
maya dan kelompok aksi konsumen. Seorang pemberi opini ini adalah orang yang
sering kali mampu mempengaruhi sikap atau perilaku orang lain. Opinion leader
memiliki sumber informasi yang berharga. Yang biasanya menjadi opinion leader
adalah artis, ahli atau pakar di bidang tertentu, orang awam (biasa), pimpinan
perusahaan, dan karakter
2.
Menurut Tjiptono (1997), pada hakikatnya
promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Respon atau tanggapan
konsumen sebagai komunikan meliputi:
a. Efek
kognitif, yaitu membentuk kesadaran informasi tertentu.
b. Efek
afeksi, yaitu memberikan pengaruh untuk melakukan sesuatu. Yang diharapkan
adalah realisasi pembelian.
c. Efek
konatif atau perilaku, yaitu membentuk pola khalayak menjadi perilaku selanjutnya.
Yang diharapkan adalah pembelian ulang.
Menurut
Tjiptono (1997), tujuan komunikasi pemasaran dan respon khalayak berkaitan
dengan tahap-tahap dalam proses pembelian yang terdiri atas:
a. Menyadari
(awareness) produk yang ditawarkan.
b. Menyukai
(interest) dan berusaha mengetahui lebih lanjut.
c. Mencoba
(trial) untuk membandingkan dengan harapannya, khusus dalam produk berupa jasa
tidak bisa dicoba terlebih dahulu.
d. Mengambil
tindakan (act) membeli atau tidak membeli.
e. Tindak
lanjut (follow up) membeli kembali atau pindah merek.
Sourch by:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar