Hay reader, baru
beberapa menit lalu kita ketemu dan sekarang kita sudah bertemu lagi.... kalian
jangan bosen yah baca cuap-cuapnya aku disini
Readers kalau
sebelumnya kita bahas tentang cuaca ekstrim dan dampaknya pada pada keehatan
manusia. Kali ini juga akan tetap membahas cuaca ekstrim dan dampaknya. Namun untuk
kali ini fokus dampak yang di timbukan sedikit bergeser dari kesehatan, namun
masih ada hubungannya dengan kelangsungan umat manusia kedepannya. Fokus pembicaraan
kali ini mengarah pada dampak cuaca yang ekstrim terhadap pertanian.
Tak hanya di aspek
kesehatan saja, perubahan cuaca ekstrim juga mengganggu sektor pertanian.
Petani yang seharusnya dapat memanen tepat waktu harus bersabar karena hujan
yang hanya datang sesekali dan terkadang tidak hujan sama sekali. Keadaan
seperti ini yang membuat manusia berpikir keras untuk mencari solusi dari
masalah perubahan iklim dan cuaca yang
hari ke hari tidak dapat diperiksi lagi.
Masalah ketahanan
pangan merupakan masalah yang perlu disorot lebih, karena masalah ini merupakan
hal yang vital bagi masyarakat. Menurut hasil riset dan survey yang dilakukan
pihak BBC, hasil panen jagung, beras dan gandum akan terkena dampak perubahan
iklim pada periode hingga tahun 2050, dengan sekitar sepersepuluh dari proyeksi
menunjukkan kerugian lebih dari 25%.
Pertanian akan semakin
dirugikan setelah tahun 2050, sementara permintaan akan pangan akan naik
seiring proyeksi populasi dunia bisa mencapai sembilan miliar.
Dari hasil penelitian
diatas menunjukan bahwa cuaca merupakan faktor utama yang mempersulit dalam tindakan
prediksi terhadap hasil pertanian. Dan secara langsung hal tersebut dapat
menunjukan bahawa dengan adanya cuaca tak menentu, penghasilan yang didapat
oleh petani cenderung rendah. Dan di khawatirkan akan menambah angka kemiskinan
di wilayah tersebut.
Meskipun hingga saat
ini belum ada jalan keluar yang tepat bagi masalah cuaca tersebut, kita tidak
boleh begitu saja menyerah pada keadaan. Kita masih bisa mengusahakan sesuai
dengan kemapuan yang kita miliki
Terimaksih ,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar